RIBUAN hektare hutan bakau di Provinsi Bangka Belitung terancam punah. Selain rusak diakibatkan gangguan alam, kerusakan hutan tersebut juga dikarenakan faktor manusia. Salah satu lokasi hutan bakau yang terancam yaitu di kawasan sepanjang aliran Sungai Baturusa. Kayu bakau di kawasan ini dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pembuatan arang.
Penjarahan kayu bakau sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Tak ada rasa bersalah, ketakutan ketika melakukan penjarahan bakau. Faktor untuk memenuhi kebutuhan hidup mungkin menjadi salah satu penyebab masyarakat sekitar melakukannya. Siapa yang mesti disalahkan, kenapa pemerintah tak memberikan alternatif pekerjaan lain kepada masyarakat sehingga dapat mengantisipasi kerusakan hutan tersebut.
Ironisnya tak ada langkah kongret dari pemerintah setempat untuk mengantisipasi musnahnya hutan bakau tersebut. Keadaan ini seolah-olah dibiarkan terjadi. Malah tak sedikit kawasan yang menjadi tempat tumbuh kayu bakau ditimbun lalu dibuat lokasi untuk membangun rumah/bangunan. Kawasan serapan air, setiap tahun selalu berkurang.
Dari sekian banyak lembaga swadaya yang ada di Bangka Belitung juga kurang memperhatikan persoalan ini. Mungkin persoalan lingkungan di Bangka Belitung belum menjadi isu yang komersil, sehingga tidak dapat mendatangkan uang dengan memperhatikan isu tersebut. Para lembaga swadaya masyarakat tampaknya lebih tertarik dengan pengawasan pembangunan dan tak jarang berperan mengambil proyek pembangunan pemerintah yang bukan bidang garapan mereka.
Guna mengantisipasi persoalan itu perlu campur tangan semua pihak, jangan sampai ulah sebagian orang membuat banyak orang yang merasakan dampaknya. Memang sekarang Provinsi Bangka Belitung belum merasakan apa yang telah dirasakan daerah dengan pembangunannya pesat seperti Jakarta, yang air bawah tanahnya sudah terancam intrupsi air laut.
Apa mau di Bangka Belitung juga terjadi hal serupa? Mungkin tidak satupun yang menginginkan hal tersebut. Untuk itu manfaatkanlah hutan bakau dengan sebaik mungkin, jaga kelestariannya. Jangan sampai alam mengancam kehidupan manusia.
Filed under: Lingkungan